PAMMI, RAI dan ARDI BerQurban di SONETA RECORD

Suasana Qurban tahun ini memiliki arti yang berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Tentu tidak hanya untuk PAMMI,RAI dan ARDI namun bagi seluruh muslimin yang merayakannya mengingat kondisi pandemi COVID 19 yang masih belum berlalu.

Pemotongan hewan Qurban tahun ini terdiri dari 3 (tiga) ekor Sapi dan 8 (delapan) ekor kambing yang mana pemotongannya dilaksanakan seperti tahun-tahun sebelumnya di Studio Soneta Recors jl. Tole Iskandar nomor 41 Kota Depok, tepatnya pada hari Minggu 02 Agustus 2020/13 Dzulhijah 1441H.

Hadir segenap pengurus Dewan Pimpinan Pusat Persatuan Artis Musik Melayu Dangdut Indonesia (DPP-PAMMI), anggota Royalti Anugrah Indonesia (RAI) dan Anugrah Royalti Dangdut Indonesia (ARDI). Kehadiran para anggota RAI dan ARDI memang tidak sebanyak tahun lalu dikarnakan panitia memberlakukan Protokol Kesehatan sesuai izin pelaksanaan Qurban tahun ini yang dikeluarkan oleh Gugus Tugas Kecamatan Cilodong Kota Depok.

D
emikian seperti disampaiakan ketua panitia pelaksana Ozzy Miharja yang sekaligus sebagai Ketua Departemen Kominfo DPP-PAMMI.Ozzy menambahkan bahwa untuk pelaksanaan pemotongan hewan qurban panitia mewajibkan anggota yang hadir; untuk menggunakan masker, jaga jarak,tidak membawa anggota keluarga, tidak boleh hadir anak-anak , ibu hamil dan lansia, tak lupa panitia melakukan pemeriksaan suhu badan serta bagi anggota yang datang dari luar daerah diwajibkan membawa surat keterangan kesehatan bebas Covid.

Sementara itu Rhoma Irama sebagai Ketua Umum DPP PAMMI di dampingi Ketua Harian Ikke Nurjanah, Sekretaris Jenderal Waskito dan Bendahara Umum Gebby Pareira juga hadir tokoh senior Dangdut Mansyur S. Pada kesempatan yang sama Rhoma Irama menyampaikan tausiyah Idul Adha dengan mengangkat tema Hikmah Kisah Nabiyulloh Ibrahim as  dalam meningkatkan Iman dan Taqwa.

Semoga dengan adanya pelaksanaan pemotongan hewan qurban keluarga besar PAMMI diberikan kesempatan untuk bisa berbenah diri dalam rangka Habluminalloh dan Habluminannas Aamiin.



PAMMI Membangunkan Musik Dangdut Dari Mati Suri-nya

Di era milenium ini musik dapat di-asimilasi, antara musik aliran yang satu dengan aliran musik yang lainnya. Tak heran di era milenium ini Musik Dangdut Koplo sangat eksis ditengah-tengah mati surinya musik dangdut NON KOPLO.

Dengan adanya saling asimilasi musik yang satu dengan musik yang lain khususnya di musik dangdut saat ini, keberadaan musik dangdut NON KOPLO seakan hilang/tenggelam, mati suri dan terhempas dengan hadirnya musik dangdut koplo ditengah-tengah lesunya industri musik dangdut saat ini dan kalah bersaing dengan peredaran cd/vcd/dvd bajakan yang semakin meluas.

Ditengah mati surinya musik dangdut, pada tanggal 31 Agustus yang lalu PAMMi (Persatuan Artis Musik Melayu Indonesia) mengadakan ajang bergengsi Lomba Cipta Lagu Dangdut Tingkat Nasional 2013, yang digawangi oleh Ketua PAMMI, Radja Dangdut H. Rhoma Irama. semoga saja dengan adanya lomba cipta lagu dangdut ini, dapat mengangkat kembali musik dangdut dan untuk menjaga kelestarian musik dangdut Indonesia yang sudah menjadi ciri khas budaya bangsa ini dan disamping itu untuk memberi kesempatan kepada pendatang baru khususnya para pencipta lagu untuk dapat melahirkan karya-karya lagunya di kancah musik dangdut Indonesia.

Informasi yang penulis dapat dari ajang bergengsi LCLD Nasional 2013 tahun ini, materi lagu yang masuk dari para pencipta lagu membuat panitia terkejut dan ternyata antusias masyarakat kita begitu tinggi dengan diadakannya ajang bergengsi LCLD Nasional 2013 tahun ini. Dari jumlah materi lagu yang masuk, panitia akan menyeleksi lagu-lagu tersebut sesuai kriteria LCLD 2013 yang telah ditentukan, dan hasil penyeleksian tersebut akan menjadi 12 lagu pemenang dan dari 12 lagu tersebut akan di arranger ternama, seperti yang penulis ketahui dan kenal seperti : H. Alik Ababil, H. Marakarma, Imron Moneta, Hari B, Hendro Saky, dst. Dan dari 12 lagu pemenang tersebut akan dinyanyikan oleh artis dangdut ternama, seperti yang penulis kenal dan ketahui : Ikke Nurjanah, Elvi Zubay, Gabby Parera, Cici Paramida, dst.

Begitu tinggi antusias masyarakat kita (penggemar/pecinta musik dangdut) akan kebangkitan musik dangdut NON KOPLO dilihat dari ajang bergengsi LCLD 2013 tahun ini, mereka/masyarakat menunggu hadirnya sebuah karya yang apik dan musik yang apik yang dapat diterima ditengah-tengah masyarakat kita khususnya para pecinta musik dangdut NON KOPLO.

Inilah saatnya musik dangdut bangkit dan jaya kembali dan bangun dari tidur surinya.  Ajang bergengsi LCLD yang dilakukan oleh PAMMI ditahun ini, memberikan kesempatan bagi pencipta lagu dangdut untuk menggelar hasil karyanya yang terbaik ketengah tengah masyarakat kita, dan di ajang bergengsi ini satu kesempatan emas bagi para pencipta lagu yang karya aselinya akan diseleksi oleh para pencipta lagu dangdut Nasional dan juga sekaligus di arranger oleh musisi ternama.

Kita semua masih menunggu hasil dari perhelatan akbar yang diadakan oleh  PAMMI (Ajang Bergengsi LCLD Tingkat Nasional 2013) dengan rasa keingin tahuan itu terucap di hati kita seperti : lagu yang seperti apa yang keluar dan berhasil lolos dari penyeleksian panitia ?, dan warna lagu tersebut setelah di tangani oleh arrager musisi ternama ?

Kita semua berharap kepada PAMMI agar dapat membangunkan musik dangdut dari mati surinya melalui perhelatan akbar nasional ini (LCLD 2013), sekaligus mempertahankan citra musik dangdut sebagai ciri khas budaya Bangssa Indonesia.

 

Salam Dangdut

 

[oleh : Cabi Ayat]

Musik Dangdut Koplo Eksis, Musik Dangdut Aseli Mati Suri ..!

Semakin eksisnya musik dangdut koplo saat ini, tidak sedikit sudah menempati di hati penggemarnya, entahlah penulis sendiri tidak tahu dimana letak jatuh hatinya para pecinta musik koplo di negeri ini ?. Apakah mungkin dari penyanyinya / biduanitanya ? yang selalu mengundang syurr setiap mata laki-laki karena goyangannya yang mengundang birahi dan ditambah lagi dengan busananya yang super-super seksi bahkan sang penonton bisa nyawer dan sawerannya bisa ditaruh / diselipkan di area terlarang tubuh sibiduanitanya, bahkan sambil memegangnya.

Eksisnya musik koplo saat ini, menurut penulis wajar kalau Radja Dangdut H. Rohma Irama KONTRA dengan musik koplo, menurut perkiraan penulis yang menjadi kontranya adalah goyangan biduanitanya yang sangat syurr ditambah lagi dengan mengenakan kostumnya yang sangat minim bahkan memperlihatkan bagian tubuhnya yang seharusnya bukan konsumsi untuk umum.

Tidak sedikit pertujukan musik dangdut koplo ini, yang menyaksikannya dari kalangan anak-anak hingga orang dewasa bahkan para usia lanjut. Yang sangat memprihatinkan sekali adalah anak-anak usia dini mengkonsumsi kemolekan tubuh sibiduanita musik koplo. Si biduanita tidak peduli yang hadir di arena pertunjukan musik tersebut ada segelintir anak-anak usia dini yang mengkonsumsi kemolekan tubuhnya.

Kalau untuk dibilang sadar dengan aksi erotisnya dan kostum yang dikenakannya 100% sadar. Dan secara kasat mata mereka (penghibur) sadar kalau di hadapannya ada segelintir anak-anak usia dini yang menyaksikannya tapi mereka tidak peduli lagi.

Dimanakah letak sosial budayanya dengan kehadiran musik koplo ditanah air ini, dimanakah letak adat ketimuran kita dengan suguhan musik koplo yang penyanyinya mengundang birahi setiap mata lelaki yang menontonnya, dan dimanakah letak norma-norma agama yang mereka anut, dalam menyuguhkan karya seni khususnya seni musik ?

Sampai sejauh mana peran aktif pemerintah kita dalam menyikapi pertunjukan seni musik dangdut koplo yang selalu mengundang birahi mata laki-laki yang mengkonsumsinya ?.

Hingga saat ini peran aktif pemerintah dalam menyikapi pertunjukan musik dangdut koplo sama sekali belum ada tindakan, dan bahkan semakin menjadi-jadi hiburan ini dengan aksinya [coba lihat di youtube dangdut koplo hot], mungkin sudah puluhan video rekaman musik dangdut koplo yang di upload ke youtube dengan menonjolkan kemolekan, keseksian, dan goyangan erotisnya serta memamerkan bagian tubuh terlarang dari penyanyinya / biduanitanya, bagaimana dengan yang show langsung  [pertunjukkan langsung] ?

Akankah musik dangdut aseli mati suri selamanya ?, tergilas dan terkikis habis oleh musik dangdut koplo yang semakin eksis dengan kehebohan para biduanitanya. Penulis berharap khususnya kepada PAMMI agar segera membangkitkan kembali musik dangdut aseli di tanah air kita, yang mana musik dangdut adalah sudah menjadi ciri khas kebudayaan bangsa Indonesia.

Sudah sepatutnya organisasi PAMMI dapat memayungi para musisi dangdut agar tidak terlalu lama dari mati surinya dan dapat bangkit lagi dan berjaya kembali, serta mempertahankan musik dangdut sebagai ciri khas kebudayaan bangsa Indonesia.

Dapatkah pemerintah meminimallisir keberadaan musik dangdut koplo yang menghebohkan dengan penampilan dan aksi dari penyanyinya yang menyuguhkan goyangannya, serta kostumnya yang tidak senonoh sudah di konsumsi oleh anak-anak usia dini yang menyaksikannya secara langsung ?.

Dapatkah musik dangdut koplo tidak lagi dicap sebagai tontonan yang mengundang birahi, tetapi menjadikan musik dangdut koplo yang benar-benar menampilkan dan menyuguhkan pertunjukkan seni musik yang benar dan yang jauh dari unsur erotis dan porno aksi dari biduanitanya.

 

Salam Dangdut.

[ditulis oleh : Cabi Ayat]
  • Demo Image
  • Demo Image
  • Demo Image
  • Demo Image