PAMMI Gelar Lomba Cipta Lagu Dangdut Tingkat Nasional

Untuk terus melestarikan musik dangdut, DPP PAMMI (Persatuan Artis Musik Melayu Dangdut Indonesia) di bawah pimpinan Rhoma Irama akan menggelar Lomba Cipta Lagu Dangdut tingkat Nasional (LCLD). Menurut Rhoma peserta LCLD boleh siapa saja, seluruh lapisan masyarakat Indonesaia, baik pria maupun wanita yang usianya minimum 17 tahun.

Ketua Umum DPP PAMMI“Ini merupakan wujud kepedulian PAMMI dalam rangka memajukan industri kreatif Indonesia dan mendorong lahirnya pencipta-pencipta lagu dangdut, yang mampu menulis lagu yang ‘sehat’, berkualitas dan disukai masyarakat,” ujar Rhoma Irama di Jakarta, baru-baru.

Dia menambahkan, “Terobosan ini penting dilakukan mengingat banyaknya pecinta lagu dangdut yang tidak memiliki kesempatan, untuk menampilkan hasil karyanya dengan baik.”

Ikke Nurjannah menambahkan, sebagai Ketua Harian DPP PAMMI, PAMMI selaku organisasi yang menaungi insan dangdut di Indonesia, merasa terpanggil untuk dapat memberikan ajang bergengsi bagi para pencipta lagu, khususnya pencipta muda.

Hal yang dinilai menarik dari ajang Lomba Karya Cipta Lagu Dangdut adalah, peserta atau pencipta lagu bisa meminta artis-artis yang terkenal dan menjadi anggota PAMMI, untuk menyanyikan lagu ciptaannya. Pendaftarannya akan ditutup pada tanggal 20 September 2013. Setelah melalui seleksi yang ketat, akan dipilih 12 lagu terbaik oleh dewan juri, untuk kemudian dibuatkan album kompilasi.

“Rambu rambunya jelas sesuai dengan rilis yang diberikan ke teman-teman wartawan, jadi kalau mau ikutan ajang ini silahkan saja, yang penting bukan  dangdut KOPLO, dan isi liriknya harus mendidik,” ujar Rhoma Irama Ketua DPP PAMMI.

Garis besar kriteria  yang menjadi panduan bagi para calon peserta adalah; lagu harus dangdut asli, bukan jenis dangdut “KOPLO”. Peserta boleh mengirimkan karya ciptanya maksimum 2 lagu, dengan membayar uang pendaftaran sebesar 100 ribu rupiah/lagu.

Untuk iringan musiknya hanya boleh diiringi oleh 1 jenis alat music saja, misalnya gitar saja atau piano saja. Merupakan karya asli dan belum pernah dipublikasikan di media apapun sebelumnya, dan Thema lirik harus mendidik.

Bagi yang ahli dalam menulis notasi, bisa juga disertakan partiturnya. Format rekaman dalam bentuk mp3 yang dikemas dalam bentuk CD. Selanjutnya bisa dikirim DPP/DPC PAMMI atau Radio-radio yang ditunjuk (Radio & Media Partner LCLD).

 

Lomba Cipta Lagu Dangdut Nasional 2013

Lomba Cipta Lagu Dangdut Nasional (LCLDN) adalah sebuah ajang lomba cipta lagu Dangdut berskala nasional dalam rangka menjaring lagu Dangdut berkualitas yang pada akhirnya akan dijadikan album rekaman para penyanyi dan musisi Dangdut nasional serta menjadi Semarak Road Show Dangdut Nasional.

Untuk ketentuan lomba, silakan click pada link ini.

Untuk informasi lebih lanjut silakan click pada LCLDN 2013 pada Front Menu di sebelah kanan layar ini.

 

Acara ini merupakan kerjasama dari:

Asosiasi Hak Cipta Dangdut Indonesia

Setelah membentuk AHCDI (Asosiasi Hak Cipta Dangdut Indonesia), Rhoma Irama bersama PAMMI (Persatuan Artis Musik Dangdut dan Melayu Indonesia) memperkenalkan Collector untuk royalti musik dangdut.

"AHCDI sebagai wadah pencipta musik dangdut menyerahkan kuasa ke RAI (Royalty Anugrah Indonesia). Jadi yang berhak mengeksekusi saat ini adalah RAI", kata Rhoma saat ditemui di acara Seminar Hak Cipta dan Royalty Dangdut oleh PAMMI dan AHCDI di hotel Kartika Chandra, Jakarta Selatan.

"Jadi RAI adalah Collector. Dari radio, TV dan lainnya. Institusi yang dipercaya pencipta musik dangdut untuk mengorek royalty" tambahnya.

Saat ini, berbagai sosialisasi pun telah dilakukan oleh Rhoma bersama PAMMI untuk menguak masalah royalti bagi musik dangdut yang digunakan oleh beberapa media penyiaran.

"Hari ini sosialisasi hak cipta, berharap ada Law Enforcement untuk karya lagu, dangdut khususnya" lanjut Rhoma.

Rhoma Irama Kampanye Empat Pilar

JAKARTA, PAMMI. Artis dangdut Rhoma Irama menemui pimpinan Majelis Permusyawaratan Rakyat di Gedung Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (8/1/2013). Kali ini, Rhoma mewakili DPP Persatuan Artis Musik Melayu Dangdut Indonesia (PAMMI).

Rhoma mengatakan, kedatangannya dan anggota Pammi lainnya untuk menyampaikan dukungan kepada MPR terkait program empat pilar, yakni Pancasila, Bhineka Tunggal Ika, NKRI, dan UUD 1945. Menurut dia, jutaan anggota Pammi sangat komitmen untuk mengamalkan program tersebut.

Ketika disinggung langkahnya ketika menjadi juru kampanye pasangan Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli di Pilkada DKI Jakarta 2012 yang dinilai berbagai pihak bertentangan dengan empat pilar, Rhoma membantahnya. "Masalah isu SARA itu pemelintiran isu. Itu bukan SARA," kata pria berjambang yang ingin menjadi presiden ketujuh Indonesia itu.

Seperti diberitakan Kompas, Rhoma sempat menyinggung isu suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA) ketika mengkampanyekan pasangan Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli saat menghadapi pasangan Joko Widodo-Basuki Tjahaja Purnama. Menurut Rhoma, kampanye dengan mengusung isu SARA dibenarkan. Sikap Rhoma itu kemudian dikritik berbagai kalangan.

  • Demo Image
  • Demo Image
  • Demo Image
  • Demo Image