Asosiasi Hak Cipta Dangdut Indonesia

Setelah membentuk AHCDI (Asosiasi Hak Cipta Dangdut Indonesia), Rhoma Irama bersama PAMMI (Persatuan Artis Musik Dangdut dan Melayu Indonesia) memperkenalkan Collector untuk royalti musik dangdut.

"AHCDI sebagai wadah pencipta musik dangdut menyerahkan kuasa ke RAI (Royalty Anugrah Indonesia). Jadi yang berhak mengeksekusi saat ini adalah RAI", kata Rhoma saat ditemui di acara Seminar Hak Cipta dan Royalty Dangdut oleh PAMMI dan AHCDI di hotel Kartika Chandra, Jakarta Selatan.

"Jadi RAI adalah Collector. Dari radio, TV dan lainnya. Institusi yang dipercaya pencipta musik dangdut untuk mengorek royalty" tambahnya.

Saat ini, berbagai sosialisasi pun telah dilakukan oleh Rhoma bersama PAMMI untuk menguak masalah royalti bagi musik dangdut yang digunakan oleh beberapa media penyiaran.

"Hari ini sosialisasi hak cipta, berharap ada Law Enforcement untuk karya lagu, dangdut khususnya" lanjut Rhoma.

Rhoma Irama Kampanye Empat Pilar

JAKARTA, PAMMI. Artis dangdut Rhoma Irama menemui pimpinan Majelis Permusyawaratan Rakyat di Gedung Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (8/1/2013). Kali ini, Rhoma mewakili DPP Persatuan Artis Musik Melayu Dangdut Indonesia (PAMMI).

Rhoma mengatakan, kedatangannya dan anggota Pammi lainnya untuk menyampaikan dukungan kepada MPR terkait program empat pilar, yakni Pancasila, Bhineka Tunggal Ika, NKRI, dan UUD 1945. Menurut dia, jutaan anggota Pammi sangat komitmen untuk mengamalkan program tersebut.

Ketika disinggung langkahnya ketika menjadi juru kampanye pasangan Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli di Pilkada DKI Jakarta 2012 yang dinilai berbagai pihak bertentangan dengan empat pilar, Rhoma membantahnya. "Masalah isu SARA itu pemelintiran isu. Itu bukan SARA," kata pria berjambang yang ingin menjadi presiden ketujuh Indonesia itu.

Seperti diberitakan Kompas, Rhoma sempat menyinggung isu suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA) ketika mengkampanyekan pasangan Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli saat menghadapi pasangan Joko Widodo-Basuki Tjahaja Purnama. Menurut Rhoma, kampanye dengan mengusung isu SARA dibenarkan. Sikap Rhoma itu kemudian dikritik berbagai kalangan.

  • Demo Image
  • Demo Image
  • Demo Image
  • Demo Image